“Mulai dari kesiapan personel pemadam dari berbagai elemen dan lintas sektoral, ketersediaan sarana dan prasarana, ketersediaan sumber air, pengenalan medan di lapangan sampai dengan sistem pemadaman cepat–selamat penting dijalankan agar Karhutla yang terjadi dapat segera padam,” kata Pardosi.
Ia menegaskan, strategi penanggulangan harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Artinya, upaya tidak hanya berfokus pada api yang sudah membesar, tetapi juga memastikan kesiapan sejak sebelum kebakaran terjadi, termasuk pemetaan wilayah rawan, kesiapan sumber air, akses menuju lokasi, hingga koordinasi antarlembaga.
Langkah tersebut dinilai penting karena kebakaran di wilayah gambut kerap menghadirkan tantangan tersendiri. Api dapat berada jauh dari permukiman dan sulit dijangkau kendaraan pemadam. Jika terlambat ditangani, asap yang ditimbulkan dapat semakin luas dan mengganggu kehidupan masyarakat.













