Bukan hanya di Indonesia, kasus yang sama juga terjadi di Gambia. Sekitar 70 anak meninggal dunia dan semuanya didiagnosa mengalami gagal ginjal akut. Kementerian Kesehatan Gambia telah melakukan kerjasama dengan WHO (World Health Organization) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, guna menganalisis kandungan dietilen glikol dan etilen glikol yang terkandung dalam sirup parasetamol. Hasilnya pun sangat mengejutkan, kandungan yang terdapat pada sirup pereda panas anak terkonfirmasi dapat menjadi racun hingga menyebabkan cedera ginjal akut.
Sungguh menyedihkan, kini anak-anak terancam keselamatan jiwanya. Padahal jika ditelisik, anak-anak merupakan aset yang harus dijaga, baik pendidikan, kesehatan, dan keamanannya. Namun faktanya justru banyak nyawa anak melayang akibat hilangnya penjagaan dari negara. Peran negara terkesan lamban dalam menyikapi kasus gagal ginjal akut, bahkan terlihat lalai atas nasib anak-anak.













