“Keragaman perguruan tinggi, khususnya PTS, apalagi yang berada di pedalaman harus menjadi perhatian serius. Misalnya dari aspek infrastuktur, kerjasama internasional dan keuangan,” ujarnya.
Sementara akademisi dari Universitas Brawijaya, Dr. M.R. Khairul Muluk sebagai keynote speaker mengemukakan bahwa LAMSPAK ini diprakarsai oleh 22 asosiasi program studi, keilmuan, profesi atau pengelola program studi, dan sudah hampir mencapai tahapan final.
Adapun beberapa asosiasi itu diantaranya IAPA, AsiAN, AIABI, AIPI, ASPIKOM, AIHI, IFFTA, APSI, KAPSIPI, FORDEKIS, FK DKISIP, Perhumas, dan APSI.
“Aspek instrumen akreditasi menjadi sesuatu yang krusial untuk dimantapkan oleh pembentuk LAMSPAK, karena keragaman nama prodi dan jenjang program studi,” urainya.













