Tasikmalaya, Bedanews.com – Penurunan baku mutu kualitas air Sungai Cikunir di Tasikmalaya memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Hal tersebut disampaikan oleh Harniwan Obech pegiat lingkungan dari Republik Aer Tasikmalaya. Dia menyebut, baku mutu kualitas air Sungai Cikunir dari hari ke hari semakin turun, bahkan semakin parah dan tak terkendali.
Obech menyebut, apabila hal ini dibiarkan akan mengancam terhadap keanekaragam flora dan fauna yang berada di sungai tersebut.
“Pemerintah dituntut harus lebih serius lagi untuk menangani pencemaran sungai ini, bisa kita lihat saat ini Cikunir warnanya coklat kehitam-hitaman. Kalau tidak ada penanganan yang serius saya khawatir ini akan menjadi bencana bagi manusia,” ungkapnya, Jumat (26/08/2022).
Disampaikan pula oleh warga bantaran Sungai Cikunir Muhamad Lijal, ia menyebut pencemaran sungai ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2012.
Lijal mengatakan, pencemaran sungai ini diduga akibat dari penggalian penambangan pasir yang dilakukan oleh para penambang pasir di wilayah Ciponyo.
Bahkan kata dia, pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas galian pasir tersebut berdampak terhadap menurunnya produktivitas pertanian dan perikanan.
Efeknya, beberapa kolam ikan milik warga menurutnya terlantar karena kolam tidak dipakai lagi untuk usaha perikanan karena usaha tersebut terus merugi.
“Kalau ikan di kolam masih bisa hidup, tetapi kalau dipakai untuk usaha perikanan ini pasti merugi, karena pertumbuhan ikan sangat lambat, kalau dulu tiga bulan ikan sudah bisa dipanen, jadi dalam setahun bisa panen tiga kali,” ucap Lijal.
Dia menyebut, akibat kualitas air sungai yang semakin memburuk dampak penggalian penambangan pasir beberapa species ikan endemik Sungai Cikunir seperti ikan caung, beunteur, nilem sudah susah ditemukan.
“Padahal beberapa upaya pencegahan sudah dilakukan oleh warga dengan melakukan aksi ke perusahaan pengalian penambangan pasir, namun hal tersebut menjadi sia-sia karena sampai saat ini tidak ada perubahan,” tutir Lijal.
Pemerhati lingkungan Kota Tasikmalaya A. Saefulmillah merasa prihatin dengan kondisi Sungai Cikunir saat ini, ia meminta kepada pemerintah untuk lebih berpihak kepada lingkungan dan masyarakat agar keberadaan dan kefungsian sungai bisa tetap terjaga.
“Harus ada keberpihakan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini, masalahnya air ini merupakan kebutuhan urgent untuk keberlangsungan hidup manusia,” tegas Saefulmillah.
Ia berharap pemerintah melakukan sidak dan peninjauan dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap keberadaan kualitas sungai Cikunir, sehingga baku mutu kualitas air bisa tetap terus dipertahankan. (Noer)










