Hal itu sejalan dengan pesan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon yang menegaskan pentingnya peran wartawan film. “Mereka denyut nadi industri ini. FFW membuktikan jurnalisme dan kreativitas bisa tumbuh berdampingan,” ujarnya.
Direktur Perfilman, Musik dan Media Kemenbud RI, Syaifullah Agam, juga menekankan makna khusus penyelenggaraan tahun ini. “FFW 2025 akan jadi momen bersejarah. Kami ingin semangat Wina tetap hidup dalam setiap pemutaran dan penghargaan,” katanya.
Rangkaian program FFW 2025 berlangsung hingga November. Ada Forum Kritik Film & Literasi Media untuk menggali peran wartawan dalam membangun apresiasi publik. Pemutaran karya legendaris dan Anugerah Khusus Wina Armada Sukardi akan menjadi penanda penghormatan pada dedikasinya.
“Manusia bisa pergi, tapi nilai yang ditinggalkan abadi,” ujar Benny.











