“Presiden berkeinginan melakukan transformasi ekonomi bangsa dengan meletakkan kembali dasar-dasar ekonomi sesuai konstitusi, sehingga tidak melenceng ke arah sistem yang terlalu liberal dan kapitalistik, yaitu melalui koperasi,” tegas Ferry.
Begitu juga Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan berharap, revitalisasi tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan segera diwujudkan sehingga kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat edukasi sejarah koperasi sekaligus destinasi wisata budaya dan ekonomi.
Senada, Ketua Pusat Koperasi Kota/Kabupaten Tasikmalaya (PKKT), Agus Rudianto, menilai, revitalisasi merupakan momentum menghidupkan kembali semangat perjuangan koperasi yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa.
“Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki fisik, tetapi menyalakan kembali ruh, spirit, dan marwah koperasi. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang memperjuangkan kawasan ini menjadi cagar budaya nasional,” ujarnya.













