Menurut Umi, hal yang cukup memprihatinkan saat ini adalah panti jompo. Pasalnya, donatur lebih memprioritaskan untuk panti anak-anak. Oleh karenanya, Dinsosnangkis akan lebih memperhatikan panti jompo.
“Maka dari itu, 6 anti jompo yang tercatat di Dinsosnangkis semuanya diberi. Untuk panti anak ada sekitar 53 Panti yang tercatat. Banyak panti yang tidak berbadan hukum. Itu kita pikirkan lagi ke depannya,” katanya.
Umi mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, donasi ke panti menurun sampai 80 persen. Bahkan jadwal buka puasa di Ramadan dibatalkan.
“Dengan kondisi hari ini, tadi saya dengar cerita buka puasa dibatalkan semua. Padahal di panti tersebut ada 129 anak, jadi bagaimana memberi makan mereka. Untuk urusan ini belum ada yang memperhatikan secara spesifik,” ucapnya.













