Ia berharap melalui mini workshop ini mahasiswa mampu menyusun pola perdamaian sesuai konteks yang mereka alami.
Kegiatan yang diikuti 40 mahasiswa Fakultas Ushuluddin itu menghadirkan Dr. Budhy Munawar Rachman selaku Direktur PCRP, Dr. Ahmad Gaos SP sebagai analis kegiatan, dan Laksamana Madya Purn. M. Sunarto sebagai pengurus JAI. Acara dipandu oleh tim workshop yang terdiri dari Nita Lusaid, Dr. Neng Hanah, Anick HT, dan Nisa.
Kampus Harus Hadir Dalam Dialog Antaragama
Ketua Program Studi Agama-Agama,Fakultas Ushuluddin, Dr. Ilim Abdul Halim, MA., menegaskan bahwa perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi keagamaan Islam, memiliki peran strategis dalam dialog antaragama.
“Kampus bisa memberi inisiatif, legitimasi, dan kontrol sosial dalam menyikapi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, serta kehidupan global,” katanya.













