Sementara itu, pekerjaan pada badan jalan utama biasanya mencakup berbagai aspek perbaikan dan perubahan yang direncanakan secara teknis, bertahap, dan berkelanjutan. Pekerjaan tersebut meliputi perbaikan kondisi fisik jalan seperti penambalan lubang, perataan permukaan yang bergelombang, penguatan lapisan perkerasan, serta perbaikan struktur jalan yang mengalami penurunan mutu akibat usia, beban kendaraan dan faktor cuaca.
Selain perbaikan, dilakukan pula penyesuaian desain dan fungsi jalan sesuai dengan perkembangan kebutuhan lalu lintas. Hal ini dapat berupa pelebaran jalan, penambahan lajur, pengaturan ulang jalur kendaraan, serta penyesuaian geometri jalan agar memenuhi standar keselamatan dan mengurangi kemacetan.
Pekerjaan badan jalan juga mencakup penataan fasilitas pendukung seperti marka jalan, rambu lalu lintas, median, bahu jalan, lampu penerangan jalan umum, drainase, serta fasilitas penyeberangan pejalan kaki. Dalam aspek keselamatan, dilakukan pula pengaturan dan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kecelakaan berdasarkan kajian teknis dan data lalu lintas.










