Penataan trotoar jalan utama pada umumnya dilakukan secara menyeluruh dan mencakup berbagai aspek perbaikan dan perubahan sesuai kebutuhan tata kota serta peraturan perundang-undangan. Pekerjaan ini meliputi peningkatan kualitas permukaan trotoar agar lebih aman, rata, tidak licin dan nyaman bagi pejalan kaki. Lebar trotoar disesuaikan dengan standar teknis untuk menampung arus pejalan kaki, termasuk penyandang disabilitas, lansia dan anak-anak.
Penataan trotoar juga mencakup penyediaan fasilitas aksesibilitas seperti jalur pemandu tunanetra, bidang miring atau ramp, serta penurunan elevasi di titik penyeberangan. Hal ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mewujudkan ruang publik yang inklusif dan menghormati hak seluruh warga.
Selain itu, dilakukan penataan elemen pendukung trotoar, antara lain lampu penerangan jalan, tempat duduk, tempat sampah, rambu informasi, serta penghijauan. Penempatan elemen-elemen tersebut diatur agar tidak mengganggu ruang berjalan pejalan kaki, sekaligus meningkatkan rasa aman, estetika kota, dan kualitas lingkungan. Keberadaan pohon peneduh dan ruang hijau juga berfungsi mengurangi panas, polusi udara, serta meningkatkan kenyamanan visual.










