Para ulama sepakat, menggambarkan manusia taqwa sebagai manusia ideal, yaitu (1) seorang yang teguh dalam keyakinannya, tekun dalam menuntut ilmu dan senantiasa bersyukur terhadap karunia Allah, baik lahir maupun batin. (2) Ia senantiasa bersikap hidup sederhana, meskipun memiliki kekayaan yang berlimpah, ia juga bersikap murah hati, tidak menghina orang lain atau meremehkannya. (3) Mereka juga melaksanakan puasa dengan baik, sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
Itulah sebenarnya yang diharapkan dari esensi Ibadah puasa yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga, akan tetapi diikuti dengan menjaga anggota badan dan panca inderanya dengan ketenangan hatinya dalam zikir dan taqarub. “Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian kepadamu untuk menutupi auratmu dan sebagai perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik. Yang demikian itu adalah bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, agar mereka selalu ingat.” (QS. al-A’raf, [7]: 26).













