“Kami ingin memastikan semua warga Bandung, dari anak-anak hingga orang dewasa, memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an. Program ini gratis dan tersedia di tingkat kelurahan. Bagi yang malu belajar di tempat umum, kami siapkan guru yang datang langsung ke rumah,” ujar Erwin.
Program ini juga mencakup pembangunan rumah tahfidz dan rumah tahsin, serta berbagai lomba keagamaan untuk mendorong minat generasi muda dalam mempelajari Al-Qur’an.
Selain program keagamaan, Erwin juga menyoroti berbagai tantangan perkotaan yang masih harus diselesaikan, di antaranya: penanggulangan sampah, perbaikan infrastruktur, serta solusi kemacetan Kota Bandung.
Terkait masalah penanggulangan sampah, Erwin kembali mengingatkan bahwa Bandung memproduksi sekitar 1.500 ton sampah per hari. Untuk mengatasi ini, Pemkot meluncurkan truk Pacman guna membersihkan titik-titik sampah liar serta mengajak warga untuk memilah sampah sejak dari rumah.