Menurut Santoso (2020: 92) dalam Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, perubahan penggunaan lahan tanpa pengelolaan berkelanjutan dapat menyebabkan degradasi lingkungan dan mengurangi ketersediaan sumber daya alam jangka panjang. Jika tidak hati-hati, Kulonprogo bisa kehilangan kekayaan alam yang selama ini menjadi daya tarik utama daerah.
Kedua, pembangunan hotel yang masif dan bertumpu pada satu segmen pasar, yakni jamaah haji dan wisatawan religius, berpotensi menciptakan ketergantungan ekonomi.
Seperti dicatat oleh Nugroho (2018: 55) dalam buku Pengembangan Pariwisata Berbasis Komunitas, ketergantungan yang tinggi pada satu jenis wisata bisa berisiko ketika terjadi penurunan kunjungan atau krisis seperti pandemi.
Hal ini bisa berdampak pada pendapatan masyarakat lokal yang kemudian berimbas pada kemiskinan dan ketidakstabilan sosial.











