Penambahan hotel dan fasilitas pendukung tidak hanya melayani jamaah haji, tapi juga wisatawan dan pebisnis yang datang ke daerah tersebut. Jadi, Kulonprogo tidak hanya menjadi titik transit ibadah tapi juga pusat ekonomi kreatif yang lebih hidup.
Selain itu, pengelolaan embarkasi berbasis perhotelan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi jamaah haji.
Syahril dan Putri (2021: 134) dalam Jurnal Manajemen Pelayanan Publik menegaskan, fasilitas akomodasi yang memadai berdampak signifikan terhadap kepuasan jamaah. Mereka merasa lebih nyaman dan siap secara mental menjalani proses ibadah. Ini tentu menjadi nilai tambah bagi pemerintah daerah dalam mengedepankan kualitas pelayanan publik sekaligus menarik citra positif Kulonprogo.
Namun, dari sisi lain, ada beberapa hal yang patut diwaspadai. Pertama, fokus pada pengembangan perhotelan berpotensi menyebabkan pengalihan fungsi lahan yang selama ini digunakan untuk kegiatan pertanian atau ruang terbuka hijau.











