Menurut data International Energy Agency (IEA), emisi karbon dunia pada 2021 paling banyak berasal dari Cina, yakni mencapai 11,94 gigaton CO2. Negara penyumbang terbesar selanjutnya adalah AS (4,64 gigaton CO2), diikuti Uni Eropa (2,71 gigaton CO2) dan India (2,54 gigaton CO2).
Bukti lain, bahwa di Amerika, perusahaan-perusahaan minyak dan gas menyumbang lebih dari $84 juta kepada para kandidat yang mencalonkan diri untuk Kongres AS pada 2018 (Proceedings of the National Academy of Sciences of the US). Pada Juni, seorang pelobi senior dari ExxonMobil dan perusahaan anggota Kamar Dagang AS, tertangkap dalam film yang mengaku bekerja dengan para senator AS untuk mendorong agenda anti-iklim. Ini membuktikan program seperti duta lingkungan hanya kamuflase untuk menutupi kedok kebijakan negara maju yang tidak konsisten untuk menjaga lingkungan.













