Melihat kondisi itu, mantan prajurit Kopassus itu mengaku langsung bergerak cepat untuk mencari solusi supaya kejadian semacam itu tidak terjadi lagi.
“Yang saya lakukan pertama waktu itu adalah membangun komunikasi antar perguruan silat. Saya sering ajak mereka berdiskusi dan terlibat dalam berbagai kegiatan secara bersama-sama,” terangnya.
“Terbaru kemarin kita juga libatkan mereka dalam pengerjaan sasaran Rutilahu hasil kerja sama dari Kodam V/Brawijaya dan Pemprov Jatim,” lanjutnya.
Tak hanya membangun komunikasi yang baik, Joko menyebut juga melakukan berbagai upaya lainnya. Mulai dari melibatkan Forpimcam dalam kepengurusan IPSI di Patianrowo, membentuk jaring komunikasi tingkat desa dengan mengoptimalkan peran Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa, serta memberikan apresiasi terhadap anggota perguruan silat yang mampu berprestasi.











