Wardoyo mengungkapkan, selain di Desa Mengger, ia juga mengelola lahan Perhutani lainnya di Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, yang juga dimanfaatkan untuk budidaya jagung. Untuk luasannya, sebutnya, masing-masing mencapai satu hektare.
Dari kedua lahan yang dikelolanya sejak tahun 2022 itu, Wardoyo mengaku bisa menghasilkan 8 ton jagung dalam sekali panen.
“Kalau hasilnya sebenarnya tak menentu, karena hama banyak sekali, mulai dari tikus, ulat, dan tupai. Tapi yang terakhir panen itu, satu lahan bisa menghasilkan 4 ton jagung,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada lahan yang dikelolanya, Pama TNI AD itu juga banyak membantu para petani dengan sosialisasi yang diberikan.
“Saya boleh dibilang termasuk yang awal menanam jagung di lahan milik Perhutani ini. Jadi kalau pas sedang kumpul-kumpul dengan warga atau petani lainnya, sedikit banyak saya sering memberikan masukan atau berbagai ilmu kepada mereka,” terangnya.












