“Program makan bergizi gratis ini adalah investasi strategis untuk mewujudkan generasi emas 2045. Dengan hadirnya SPPG, kita meminimalkan potensi human error dalam manajemen gizi massal. Kita ingin anak-anak Indonesia tidak hanya pintar karena belajar, tetapi juga kuat dan cerdas karena mendapatkan asupan gizi yang berkualitas,” ujar AKBP Samel.
Menurutnya, peresmian Dapur SPPG Polres Demak 2 sekaligus menjadi tahap uji coba (trial) terakhir sebelum pendistribusian makanan bergizi kepada para siswa.
“Hari ini kita tidak lagi berbicara soal rencana, tetapi soal eksekusi. Fokus kita memastikan ketepatan komposisi gizi, standar higienitas, serta ketepatan waktu distribusi. Ini adalah tahap pengecekan akhir sebelum operasional penuh,” tegasnya.











