“Dari program ini kita melihat ada beberapa startup yang cukup menonjol dan inovatif, sehingga memberi dampak positif baik untuk sosial maupun start up itu sendiri,” jelas Didi.
Kemudian program ketiga yang akan berjalan di akhir tahun ini, adalah basic enterpreneurship training atau pelatihan kewirausahaan. Program ini menargetkan 1.000 peserta, khususnya perempuan muda penyandang disabilitas dan orang dengan HIV.
“Kita menargetkan 3 regions di Indonesia, baik di barat maupun timur. Nantinya peserta akan diberikan pelatihan mengenai skill wirausaha atau bisnis skill, juga analisis peluang bisnis dan financial planning,” imbuhnya.
UNDP menyadari, imbas pandemi tidak hanya dirasakan pelaku UMKM, tapi juga kelompok masyarakat yang mengandalkan alam sebagai mata pencaharian, seperti petani dan nelayan.













