Kasad juga menegaskan bahwa, Situ Bagendit menjadi lokasi ketiga yang ditangani TNI AD setelah Danau Tondano di Sulawesi Utara dan Danau Toba di Sumatera Utara. Menurutnya, danau ini memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai sumber air dan ekosistem, tetapi juga berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Rencananya eceng gondok ini akan kita manfaatkan menjadi pupuk. Tapi memang perlu zat khusus untuk jadi pupuk. Untuk pembersihan, kita akan gunakan empat paket peralatan, masing-masing paket terdiri dari dua perahu ponton dan satu conveyor. Jadi total akan ada delapan ponton dan empat conveyor di sini,” jelas Kasad.
Upaya pembersihan ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel TNI dari Kodim 0611/Garut, dinas terkait, komunitas lingkungan dan masyarakat sekitar. Kegiatan difokuskan pada pengerukan sedimentasi, pengangkutan eceng gondok, serta pembersihan sampah di wilayah danau dan sekitarnya.












