Lahan padi gogo ini merupakan hasil kerja sama antara Satgas Yonif 126/KC dengan masyarakat, memanfaatkan lahan tidur agar bisa produktif dan bernilai ekonomi. Padi gogo dipilih karena cocok ditanam di lahan kering, dan memiliki ketahanan terhadap cuaca ekstrem.
Para warga terlihat antusias dan bersemangat dalam kegiatan ini. Selain meninjau, mereka juga berdiskusi soal teknik pertanian dan pemeliharaan tanaman yang lebih efektif. Tak hanya memberikan dukungan moral, Satgas juga rutin membantu dari sisi teknis pertanian.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran TNI. Bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga ikut membantu kami bertani dan memenuhi kebutuhan pangan,” ungkap salah satu petani lokal.
Upaya ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi kampung-kampung lainnya dalam memanfaatkan potensi pertanian lokal demi ketahanan pangan yang berkelanjutan. Satgas Yonif 126/KC pun menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi warga, tidak hanya dalam tugas pengamanan, tapi juga dalam membangun kemandirian di wilayah perbatasan RI–PNG. (Pen Satgas Yonif 126/KC)












