“PLN harus bersiap dalam mengamankan pasokan energinya untuk mendapatkan kedaulatan energi dan juga berupaya bertransformasi dalam menyongsong transisi energi bersih dan ramah lingkungan untuk pembangkit EBT yang akan masuk ke dalam system,” ungkapnya.
Secara terpisah, Mochamad Facta, S.T., M.T., Ph.D, akademisi dari Universitas Diponegoro sekaligus panelis P2B Conference mengapresiasi kegiatan yang menyajikan karya-karya inovatif yang menjanjikan toward clean energy transition and security. Bersama PLN, Universitas-universitas siap mendukung transisi energi bersih dan ketahanan energi nasional.
P2B Conference merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) UIP2B JAMALI yang bekerja sama dengan beberapa universitas, dengan mengundang universitas di Indonesia dan PLN Group untuk ikut serta mengumpulkan karya ilmiah dalam bentuk paper/ research tentang kelistrikan dari Pegawai PLN, Group Mahasiswa dan Dosen dengan target 100 paper/research. (Van).













