Rumput laut yang diteliti berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan strategis dalam mendukung industri berbasis bioteknologi, seperti tepung karagenan, beras laut, bioplastik ramah lingkungan, bahan baku kosmetik, hingga pewarna alami untuk kebutuhan industri pangan dan farmasi. Inisiatif ini merupakan bagian dari kontribusi TNI AL dalam mendukung agenda nasional pengembangan ekonomi biru (Blue Economy), ketahanan pangan, dan energi terbarukan.
Adapun unsur pendukung yang terlibat dalam kegiatan tersebut meliputi Lantamal XIII/Tarakan, Lanal Nunukan, Satuan Kopaska Satgas Ambalat, KRI Singa-651 dari Satkat Koarmada II, serta tim Akademisi dari Universitas Borneo Tarakan.
Kolaborasi lintas institusi ini menjadi bukti nyata sinergitas kekuatan pertahanan laut dengan dunia pendidikan dalam mewujudkan pengelolaan potensi kelautan nasional secara ilmiah dan berkelanjutan, khususnya di wilayah perbatasan strategis Indonesia selaras dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (Red).













