Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan tercermin dari kebijakan pemanfaatan air permukaan untuk mengurangi eksploitasi air tanah secara berlebihan. PAM Jaya mengandalkan bahan baku air dari Waduk Jatiluhur dan 13 aliran sungai, serta tengah menjajaki penambahan pasokan air baku dari Waduk Karian. Intinya, bukan dari air tanah. Strategi ini penting untuk mencegah penurunan muka tanah sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem Jakarta dalam jangka panjang. Terkait hal tersebut, pada 23 Januari 2026 saya juga menulis artikel berjudul “Green Mindset Arief Nasrudin: PAM Jaya Andalkan Jatiluhur dan 13 Sungai, Tanpa Eksploitasi Air Tanah”.
Tantangan tentu masih ada, terutama kebutuhan investasi besar untuk menurunkan tingkat kebocoran jaringan (non-revenue water) serta memperkuat infrastruktur perpipaan agar kualitas air yang sampai ke rumah tangga semakin layak konsumsi. Namun, arah kebijakan PAM Jaya di bawah duet Prasetyo–Arief, yang diperkuat Marullah, menunjukkan fokus yang jelas pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.











