Ia juga menilai, keputusan Pemerintah Indonesia untuk tidak memberangkatkan calon jamaah haji tahun ini sebelum Pemerintah Arab Saudi mengumumkan apakah membuka kuota haji atau tidak merupakan keputusan yang bijak untuk menghindari jumlah korban virus Corona, khususnya ketika mereka melaksanakan ibadah haji.
Di sisi lain, keputusan Kerajaan Arab Saudi untuk meniadakan jamaah haji dari negara manapun merupakan sebuah keputusan dengan pertimbangan atau alasan keselamatan dan kesehatan jamaah haji.
Ia juga menginformasikan, kini setidaknya ada 50 sampai 60 ribu warga Arab Saudi yang ingin masuk ke Saudi, dan pihak Kerajaan memperketat mereka untuk masuk ke negaranya itu. Mereka tertahan tidak bisamasuk ke Arab Saudi dalam waktu satu sampai dua bulan terkait masih adanya pandemi COVID-19. Tapi Pemerintah Saudi, menurut dia menjamin kebutuhan makanan dan keperluan mereka dengan biaya yang tidak sedikit, sementara vaksinasi bagi warga Saudi sudah mencapai 50 persen. Di sisi lain pandemi pun sangat berdampak bagi ekonomi Arab Saudi.













