Dedi menuturkan, selama enam bulan ke depan, kedua ulama tersebut akan bertugas menjadi pendakwah dalam menyampaikan kondisi Islam di Jabar.
“Selama enam bulan ke depan tugasnya di sana mereka menjadi imam masjid dan yang kedua, menjadi katalisator, termasuk menyampaikan kondisi Islam di Jawa Barat,” tuturnya.
“Jadi kita ingin menyampaikan kepada masyarakat dunia bahwa apa yang menjadi pemikiran-pemikiran tentang Islam di Indonesia itu radikal dan segala macamnya ternyata tidak seperti itu. Mereka juga akan mengajar mengaji bagi anak-anak di sana,” imbuh Dedi.
Rifat Al Banna salah satu perwakilan ulama menjelaskan bahwa sebelum bertolak ke New York, dirinya telah melalui proses seleksi yang panjang, termasuk pemahaman wawasan kebangsaan.
” Yah, proses untuk berangkat menjadi delegasi ke Amerika ada seleksi terlebih dahulu. Seleksi meliputi hafalan Al-Qur’an tilawah, Al-Qur-an ilmu fikih, wawasan kenegaraan serta pengetahuan terkait negara yang akan kita kunjungi (Amerika Serikat),” jelas Rifat.













