Ini adalah misi darurat karena situasi di Gaza sangat buruk, dengan kelaparan terjadi di bagian utara Gaza dan bencana kelaparan terjadi di seluruh Jalur Gaza sebagai akibat kebijakan yang disengaja oleh penjajah Zionis Israel untuk membuat rakyat Palestina kelaparan.
Aksi serupa pernah diikuti Nur Ikhwan Abadi pada 2010 menggunakan kapal Mavi Marmara. Ia menjadi salah satu aktivis yang selamat dalam aksi tersebut, sementara 16 rekannya syahid akibat serangan tentara Israel. Demikian menurut laporan lembaga kemanusiaan Turki, Insani Yardim Fakvi (IHH).
FFC itu sendiri dibentuk menindaklanjuti misi Freedom Flotilla 2010, di mana ketika itu pasukan Israel membunuh lebih dari 10 warga sipil Turki, dan melukai 30 relawan lainnya dalam serangan terhadap kapal armada yang mengangkut relawan Freedom Flotilla di perairan internasional.













