Menurutnya, lonjakan harga ini dipicu oleh terganggunya rantai pasokan impor, yang salah satunya dipengaruhi oleh konflik di kawasan Timur Tengah, dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat nasional, tetapi juga langsung menyentuh proyek-proyek di daerah, bukan hanya aspal hotmix, material lain seperti semen beton juga mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada keseluruhan biaya pembangunan infrastruktur dan kenaikan ini hampir merata, dimana hotmix naik, semen beton juga ikut naik, tentunya ini mempengaruhi total biaya proyek.
“Untuk itu, DPU Kabupaten Sukabumi memilih menahan dulu untuk sementara proses lelang proyek, langkah ini dinilai penting untuk menghindari kerugian bagi penyedia jasa konstruksi akibat ketidak sesuaian harga, saat ini kami tengah melakukan penyesuaian ulang terhadap HPS agar sesuai dengan kondisi harga terbaru di lapangan, setelah proses tersebut rampung, lelang proyek akan segera kembali dibuka,” jelasnya.













