BANDUNG. BEDAnews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki hampir 40 BUMD ( Basan Usaha Milik Daerah), tapi sebagian besar dari BUMD tersebut tidak sehat secara keuangan.
Sebagian besar BUMD yang ada, tidak berjalan optimal alias tidak memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah. Bahkan hanya segelintir BUMD yang benar benar menyumbang pendapatan seperti bjb.
Terkait hal tersebut Anggota DPRD Jabar Ahmad faisal di Bandung. Senin (1/12) mengungkapkan, bahwa saat ini DPRD jabar sedang membahas rencana penggabungan BUMD (holding).
Ahmad menegaskan pentingnya penggabungan BUMD tersebut berdasarkan sektor seperti pangan dan energi, agar pengelolaan lebih efisien dan anggaran daerah bisa digunakan dengan lebih tepat.
Diholding nanti urusan bidangnya jadi satu.
Misalnya yang ekomomi jadi satu di bawah bjb.
Langkah ini diusulkan untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan memastikan BUMD yang berjalan benar benar produktif.
Disebutkan, DPRD Jawa Barat akan terus mengawal proses ini agar kebijakan berjalan transparan, akuntabel, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Ditegaskannya. Meskipun masih dalam pembahasan DPRD Jabar berkomitmen untuk mendorong pengelolaan keuangan daerah yang lebih sehat dan efektif .@











