Selanjutnya, Ahab mengakhawatirkan adanya peningkatan atau klaster baru virus Covid 19 dalam penyelenggaraan pilkades serentak tersebut. Namun demikian hal itu sudah diantisipasi dengan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, bupati sudah memerintahkan percepatan vaksinasi sebelum pelaksanaan pilkades sebesar 60 persen dari masing-masing desa.
“Sehingga, hal ini yang menjadi kunci agar tidak ada penambahan klaster baru yang terpapar Covid 19,” katanya.
Yang tidak kalah penting, kata Ahab, dipastikan tidak ada penambahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) meski pelaksanaan pilkades serentak baru bisa dilaksanakan bulan Oktober yang mengalami penundaan akibat pandemi Covid 19 sejak rencana pelaksanaan pada Juli lalu.
“DPT ini sangat penting setelah adanya penundaan hampir tiga bulan. Tetapi hal itu pun sudah diantisipasi bahwa DPT sudah ditetapkan pada Mei 2021 ini. Sehingga diindikan tidak ada penambahan DPT,” ucapnya.












