Selain pelatihan menjahit, peserta juga dilatih membuat produk berbahan kain batik dan tenun, seperti pouch, yang memiliki nilai jual tinggi. Narasumber berpengalaman dari bidang kerajinan dihadirkan untuk memastikan peserta mendapatkan panduan berkualitas.
Tri Tito berharap, pelatihan ini dapat membantu peserta menjadi pelaku UMKM yang berkontribusi pada pendapatan keluarga dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Restuardy Daud, menegaskan bahwa, Bimtek ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mendorong pengembangan UMKM.
“UMKM berkontribusi lebih dari 61% terhadap PDB nasional dan menyerap 97% tenaga kerja. Dalam RPJPN 2025–2045, UMKM menjadi kunci pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Kami terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program, termasuk akses pembiayaan, digitalisasi dan pengembangan kapasitas,” ucap Restuardy.











