2. Penguatan rantai pasok nasional. Peran Pos Indonesia sebagai distribusi last-mile, ditopang oleh jaringan transportasi laut dan udara, dapat mempercepat arus barang hingga ke wilayah terpencil. Ini krusial untuk pemerataan ekonomi.
3. Dukungan pembiayaan terintegrasi. Bank Himbara berfungsi sebagai enabler finansial, memastikan bahwa proyek-proyek lintas sektor ini memiliki dukungan pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan.
4. Efisiensi dan penurunan biaya logistik. Dengan koordinasi terpadu, potensi duplikasi proyek dan inefisiensi bisa ditekan. Indonesia yang selama ini menghadapi biaya logistik tinggi berpeluang melakukan lompatan efisiensi.
5. Transformasi menuju holding yang sinergis. Rapat ini juga mencerminkan arah kebijakan BUMN menuju model holding yang bukan hanya administratif, tetapi benar-benar operasional dan saling terhubung.













