“Boleh-boleh saja melakukan bisnis di rumah sakit, tapi jangan menghilangkan aspek kemanusiaan dan sosial,” imbuhnya.
Lebih jauh dikatakannya, pihaknya meminta untuk Pelayanan di rumah sakit bagi Peserta BPJS tidak ada perbedaan antara orang kaya dan miskin. “Semua dilayani dengan sama,” pungkasnya.
Diketahui, peserta iuran BPJS sebanyak 277 juta lebih, 1 setengah bulan yang lalu BPJS didatangi Presiden ISSA atau (International Social Security Association), presidennya datang memberikan penghargaan Indonesia telah mencapai USC (Universal Head Coverage) yang pesertanya sudah 98% lebih dan Penghargaan di terima oleh Wapres. (Red).











