Melalui kepemimpinan Yuddy Renaldi, bank bjb berhasil tetap tumbuh positif di tengah pandemi dengan mencatatkan laba bersih tahun buku 2021 sebesar Rp2,02 trilliun yang didukung portofolio bisnis yang sehat dengan rasio non performing loan (NPL) hanya 1,24 persen dan pencadangan yang memadai dengan coverage 150,8 persen.
Selain itu, total aset bank bjb juga tumbuh positif pada angka 12,4% atau sebesar Rp158,4 triliun dan menjadi yang terbesar di antara BPD di Indonesia atau termasuk ke dalam 14 besar di Industri perbankan Nasional.
Yuddy menjelaskan bank bjb melakukan transformasi digital untuk meningkatkan kinerja, memperluas pasar, dan mengefisienkan bisnis melalui pengembangan layanan digital agar menjadi hybrid bank.
Menurutnya, manajemen juga sepakat untuk mendorong kenaikan fee based income dari digital channel. Dalam waktu dekat akan meluncurkan super apps bank bjb untuk mengakselerasi digitalisasi, mempercepat pelayanan, dimana akan ada fitur untuk pengajuan kredit juga smart mobile banking, yang menggabungkan fitur konvensional dan layanan bagi segmen milenial.












