“Karena ibu-ibu di sini suka olahraga, saya akhirnya melakukan sosialisasi sambil jalan santai, senam, kadang-kadang ke pengajian juga,” ungkap Aan.
Perlahan, kesadaran ibu-ibu terhadap pengelolaan sampah mulai tumbuh. Dari situ, partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan BSU Kartini mulai meningkat.
Kemudian, Aan berinisiatif untuk melakukan beberapa terobosan terkait pengelolaan sampah di wilayahnya. Selain jual beli sampah, BSU Kartini juga membuat program tabungan receh, tabungan sampah, tabungan hari raya, budidaya magot, pembuatan kerajinan dari sampah, hingga produksi kompos.
“Jadi setelah mengumpulkan sampah ke BSU Kartini, ibu-ibu bisa menabung uang hasil penjualannya di sini. Nanti bisa ditukar dengan sembako,” kata Aan.
Setelah cukup berkembang dan meraih berbagai penghargaan lingkungan atas keberhasilan dalam mengelola sampah, Aan pun mengambil langkah untuk menghidupkan kembali Kelompok Wanita Tani (KWT) Imbanagara Raya pada 2022.













