Dari hasil panen kali ini, sebanyak 5,5 ton gabah kering berhasil disetorkan ke gudang Bulog Trenggalek. Gabah tersebut akan memperkuat cadangan pangan pemerintah, yang menjadi krusial di tengah kondisi alam yang belum bersahabat.
Sikap proaktif TNI ini mendapat apresiasi dari Ketua Poktan Tani Makmur, Nuril Atika Sari, yang merasa terbantu sejak awal masa tanam hingga proses akhir distribusi.
“Terima kasih kepada Bapak TNI, khususnya Babinsa yang selalu setia mendampingi kami dari awal tanam, perawatan, panen, hingga gabah kami bisa dijual ke Bulog. Ini sangat berarti bagi petani kecil seperti kami,” tuturnya.
Kehadiran Babinsa tidak hanya menjadi tumpuan saat kondisi darurat, tetapi juga motor penggerak ketahanan pangan Desa.
Peran ganda yang dijalankan oleh aparat TNI ini, menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam menghadapi krisis, baik yang bersifat bencana maupun ekonomi. (Red).













