Kota Bandung, lanjut Tedy, sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi persoalan masyarakat yang terjerat rentenir. Untuk itu, dirinya berharap gerakan koperasi mampu meredam semakin maraknya pinjol di tengah masyarakat.
“Kita dari waktu ke waktu menangani banyak hal terkait dengan pinjol. Salah satunya kita berharap dari koperasi-koperasi ini ada digitalisasi atau aplikasi-aplikasi yang membuat orang mudah untuk menjadi anggota koperasi,” harapnya.
Melihat gerakan koperasi di kota Bandung, dirinya menilai sudah cukup baik dan luar biasa. Namun untuk meningkatkan gerakan koperasi harus disokong oleh pemerintah Kota Bandung, khususnya oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung.
“Kita justru mendorong kepada dinas KUKM (Koperasi dan UMKM) untuk memfasilitasi membina agar koperasi-koperasi ini dilakukan percepatan digitalisasinya. Karena mereka (insan koperasi) sudah luar biasa tapi butuh dukungan dari pemerintah juga, (pemerintah) kota maupun level propinsi,” tandasnya.













