Lebih lanjut Daddy menjelaskan, penganggaran 2020 juga cukup prihatin. Dari usulan anggaran senilai tiga milar lebih setelah mengalami beberapa perubahan anggaran tinggal menyisakan setengahnya.
“Bahkan untuk anggaran pendataan saja tidak kebagian. Dan hanya menyisakan 1,5 M saja,” tutur Daddy.
Dia mengharapkan, kedepannya meskipun ada beberapa mata anggaran yang dipotong tetap mengedepankan skala prioritas mana yang perlu dipotong mana yang tidak. Sebab, pada dasarnya UPTD tidak akan berani melawan keputusan atau kebijakan dari TAPD.
“Jangan hanya menyerahkan kepada kami didewan untuk menganggarkan ke UPTD, tetapi ditanya dulu ke mereka (UPTD-red),” katanya.
Kepala Cabang Dinas ESDM Wil V, Tedi Ristiadi mengharapkan, pandemi Covid 19 ini berdampak sangat signifikan terhadap penganggaran terutama di cabang dinas.













