“Presiden menargetkan agar pada akhir tahun 2025, seluruh wilayah Indonesia dapat merasakan manfaat dari program ini,” tegas Halim.
Menambahkan, Dosen Universitas Udayana Ni Wayan Purnami Rusadi memberikan penjelasan mengenai program MBG serta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan dari program ini yang mana anak dengan gizi buruk cenderung mengalami hambatan perkembangan kognitif dan fisik.
“Tujuan dengan adanya program MBG ini yaitu meningkatkan status gizi anak, mendukung perkembangan anak secara optimal, meningkatkan konsentrasi dan prestasi di sekolah, memastikan pemerataan akses gizi, meningkatkan gizi dalam pendidikan dan kesehatan dan mendukung program nasional percepatan penurunan stunting,” imbuh Ni Wayan Purnami.
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.













