Restuardy menambahkan, Kabupaten Belu sendiri memiliki potensi alam melimpah, seperti kayu jati, lontar, gewang, pandan, dan sebagainya yang bisa menjadi bahan baku utama untuk diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Dengan tambahan keterampilan dan pengetahuan baru dari pelatihan ini, bahan baku yang banyak tersebar disekeliling kita dapat menjadi barang bernilai ekonomi, yang dapat memperkuat sumber ekonomi keluarga termasuk daerah sendiri.
Selain itu posisi strategis Kabupaten Belu di perbatasan negara, memungkinkan produk-produk kerajinan mereka untuk dikenal di tingkat internasional, dengan memanfaatkan PLBN Motaain sebagai pintu produk unggulan kita ke luar negeri. Di PLBN Motaain terdapat marketing point yang bisa digunakan untuk memperluas pasar produk kerajinan, lanjut Restuardy.











