“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya tahu tentang kewajiban zakat, tetapi juga melihat langsung bagaimana zakat bisa menjadi solusi nyata untuk masalah sosial di sekitar kita,” ujar Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd di sela-sela kegiatan.
Salah satu layanan yang paling mendapat perhatian dalam kesempatan ini adalah program pembuatan kaki palsu gratis untuk penyandang disabilitas, hasil kerja sama antara BAZNAS Jabar dan APDL (Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia). Program ini tidak hanya menjadi wujud nyata kepedulian, tetapi juga bentuk keberpihakan terhadap kelompok rentan agar tetap dapat berdaya.
Menurut Anang, keikutsertaan BAZNAS Jabar dalam “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” adalah bagian dari komitmen lembaga untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan memperluas jangkauan manfaat. “Kami percaya bahwa pelayanan publik yang baik harus proaktif, inklusif, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang selama ini termarjinalkan,” tambahnya.












