Ia mengungkapkan, seluruh dukungan yang diberikan kepada Airlangga, didasarkan pada rapat pleno yang digelar oleh para DPD I dan DPD II Partai Golkar.
Bahkan kata Dedi, dukungan tersebut dibubuhi tanda tangan basah, lengkap dengan stempel yang sifatnya mengikat baik secara moral organisasi maupun secara administrasi organisasi.
“Tentunya ini telah memiliki kekuatan hukum secara administrasi yang mengikat pada para pihak, apalagi sudah melaksanakan pleno
Dengan banyaknya dukungan tersebut kata Dedi, kepemimpinan Airlangga Hartarto selama menjabat sebagai Ketua Umum Golkar diapresiasi oleh para struktur partai di daerah.
Hal ini juga menunjukan bahwa keputusan kepemimpinan di partai golkar lahir dari bawah, bukan lagi ditentukan oleh para elite partai golkar.













