Berdasarkan hasil analisis, masing-masing tim kemudian merumuskan langkah-langkah perbaikan dan strategi penguatan pertahanan untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap serangan berikutnya. Proses ini menjadi bagian penting dalam menguji kemampuan DCT dalam mendeteksi, menganalisis, merespons, serta melakukan pemulihan terhadap insiden siber secara terkoordinasi.
Pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kemampuan pengambilan keputusan dan koordinasi antarpersonel dalam menghadapi ancaman siber yang berkembang secara dinamis. Melalui CYBEREX SGS 2026, TNI bersama negara peserta latihan terus meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan pertahanan siber guna menghadapi ancaman terhadap infrastruktur digital secara bersama. (Puspen TNI)













