“Kami mendampingi sejak awal tanam hingga proses penjualan ke Bulog, agar hasil panen benar-benar optimal dan petani mendapat keuntungan yang layak,” ujar Serka Dwianto di sela kegiatan.
Hasilnya luar biasa, Poktan Among Tani berhasil memanen 11 ton gabah yang seluruhnya langsung diserap oleh Bulog. Ini bukan hanya angka, tapi bukti nyata keberhasilan sinergi antara TNI dan petani dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.
Langkah ini menegaskan bahwa, pendampingan Babinsa seperti Serka Dwianto bukan hanya bentuk tugas, tetapi juga wujud nyata pengabdian dan cinta pada rakyat. TNI bukan hanya penjaga kedaulatan negara, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga kedaulatan pangan.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. TNI, termasuk Babinsa, siap berdiri di sisi petani untuk memastikan mereka mampu memproduksi dan menikmati hasil panennya secara maksimal,” tegasnya.












