Kegiatan tersebut berlangsung dengan pendampingan langsung Ketua INKAI Trenggalek, Rohmad Karim bersama para pembina. Paket takjil dibagikan kepada warga sekitar dan pengguna jalan yang tengah menjalankan ibadah puasa. Bagi anak-anak binaan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sosial, tetapi juga menjadi sarana belajar berinteraksi dengan masyarakat secara santun dan penuh empati.
Rohmad Karim menjelaskan, pembagian takjil sengaja dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik karate. Menurut dia, pembinaan bela diri tidak hanya berfokus pada kemampuan teknik, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan pembentukan mental, kedisiplinan, serta kepekaan sosial.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak diajak memahami bahwa nilai kedisiplinan dalam karate harus diwujudkan juga dalam kehidupan sosial sehari-hari, termasuk kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.













