“Temuan ini menegaskan bahwa dari tiga variabel yang diuji, kompetensi SDM menjadi faktor paling menonjol dalam menjelaskan kinerja UMKM. SIA dan religiusitas belum menunjukkan daya transformasi langsung terhadap kinerja apabila tidak diterjemahkan melalui kapasitas dan kompetensi pelaku usaha,” demikian disampaikan dalam presentasi hasil penelitian.
Luncurkan Model INSK: Integrasi Nilai–Sistem–Kompetensi

Kebaruan utama penelitian ini adalah lahirnya Model INSK (Integrasi Nilai–Sistem–Kompetensi). Model ini menawarkan perspektif bahwa peningkatan kinerja UMKM tidak bisa dilakukan dengan pendekatan terpisah antara aspek religiusitas, teknologi informasi, dan sumber daya manusia.
Dalam arsitektur Model INSK: Religiusitas → Nilai/Orientasi EtisBerfungsi sebagai landasan moral dan etika dalam aktivitas ekonomi, berkaitan dengan hifdz al-din. Sistem Informasi Akuntansi → Instrumen/EnablerBertindak sebagai alat yang menyediakan informasi dan mendukung pengambilan keputusan, terkait hifdz al-mal atau penjagaan dan pengelolaan harta. Kompetensi SDM → Katalisator/TransformerMenjadi jembatan utama yang mengubah nilai dan sistem menjadi tindakan nyata.Kompetensi menerjemahkan nilai religius ke dalam etos kerja, serta mengubah informasi dari sistem menjadi keputusan operasional.













