“Jadi keduanya, baik korban dan pelaku sama-sama terdampak,” lanjutnya.
Langkah Sugiarto ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SDN 2 Randualas, Sri Prihatin mengaku sangat terbantu dengan pendekatan langsung dari aparat TNI.
“Kami dari pihak sekolah tentunya sangat berterima kasih, karena anak-anak bisa jadi lebih paham apa itu bullying dan mengapa itu berbahaya. Dan yang paling penting, mereka mulai sadar bahwa sikap saling menghargai jauh lebih penting,” ungkapnya.
Sri menambahkan, pihak sekolah kini makin berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan aman di SDN 2 Randualas.
“Kami bersama para guru juga merasa terdorong untuk bekerja lebih ekstra dalam mencegah bullying di sekolah,” ujarnya.













