Dari tiga lokasi yang dikunjungi, Untoro mengungkapkan bahwa kondisi awal masing-masing sasaran pembangunan berbeda-beda.
“Di Pacitan sebelumnya sudah ada jembatan gantung, namun kondisinya sudah rapuh dan tidak layak digunakan. Sementara di Ponorogo selama ini belum ada jembatan. Sedangkan di Desa Prigi sebenarnya sudah pernah ada, tetapi diterjang banjir tahun lalu sehingga kini sudah tidak ada lagi,” terangnya.
Terkait spesifikasi, ia menjelaskan bahwa, panjang dan lebar jembatan disesuaikan dengan kondisi serta lebar sungai di masing-masing wilayah.
“Di Pacitan, jembatan gantung yang akan dibangun memiliki panjang 24 meter dan lebar 1,3 meter. Di Ponorogo panjangnya 32 meter dengan lebar 2 meter. Sementara di Desa Prigi, karena sungainya paling besar, jembatan yang dibangun memiliki panjang 38 meter dan lebar 1,2 meter,” jelasnya.











