TNI sebagai Alat Negara tetap berpegang teguh terhadap Profesionalisme dan Netralitas. TNI tidak boleh terlibat dalam politik praktis, baik secara langsung maupun tidak langsung. TNI harus tetap fokus pada tugas pokoknya, yaitu menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.
TNI selalu profesional dan proporsional serta berkarya dengan optimal demi kemajuan bangsa dan negara. “Mari kita terus berkarya dan mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh semangat dan dedikasi. Prajurit dan PNS TNI tetap profesional, berintegritas, dan disegani oleh bangsa lain,” ujarnya.
“Dengan adanya inisiasi Danrem dalam menyelenggarakan Program Pembinaan Komunikasi/Binkom Cegah Konflik Sosial ini diharapkan dapat kita menyadarkan seluruh komponen Masyarakat maluku agar memiliki polarisasi dan konstruksi berfikir yang bijaksana Holistik Integratif dan komprehensif sebagai warga negara Milenia yang memahami tentang Etika Politik, Pendidikan Politik dan Wawasan Kebangsaan yang Hakiki untuk menjamin Maluku yang aman, Maluku yang damai dan Maluku yang humanis, serta Maluku IS OUR HOME,” tandas Danrem.













