Selama ini, warga dan anak sekolah di wilayah tersebut harus memutar sejauh 2 kilometer untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk memangkas waktu tempuh dan meningkatkan efisiensi aktivitas warga.
Selain di Karangjati, sasaran kedua terletak di Dusun Kedung Glagah 2, Kecamatan Geneng. Di lokasi ini, rencananya akan dibangun jembatan permanen dengan panjang 10 meter dan lebar 3 meter.
Berbeda dengan sasaran pertama, jembatan di Geneng ini diproyeksikan untuk dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. “Saat ini memang sudah ada jembatan swadaya masyarakat, namun kapasitasnya terbatas. Kami mengajukan pembangunan jembatan permanen agar akses antar-RT lebih kuat dan bisa mendukung mobilitas kendaraan roda empat guna mendongkrak ekonomi lokal,” tambahnya.











